Disini gue mau nulis puisi nih, puisi ini tema nya tentang kejadian yang gue alamin aja, tapi gue rubah kata-katanya jadi lebih baku. Oh iya kalo baca puisi jangan kaya baca kalimat biasa yah, bacanya di hayati kalo perlu sambil boker. Baca puisi yang bener itu harus diperhatikan intonasi, diksi, jeda, enjambemen, dan lafal nya harus tepat oke? Silahkan dibaca....
Judulnya "BELAKA"
Hidupku seorang diri
Tanpa orang tua yang menemani
Hari-hariku penuh cobaan
Penuh rintangan dan kesengsaraa
Aku bagaikan karang yang di terjang gelombang ombak
Aku bagaikan ranting yang telah terbakar dan kini kering
Realitaku begitu kejam dan tajam
Bagai pedang yang membelah rambut
Tak pernah aku mengenal lelah
Walau hidupku kini sedang susah
Tantangan ini membuatku termotivasi
Untuk terus mencari jati diri
Jalanan adalah tempat aku berbagi
Tiada rumah untuk aku tinggali
Tapi apakah aku sanggup?
Ya, aku masih sanggup
Pencarianku belum selesai
Masih banyak lagi yang ingin aku ketahui
Dan masih banyak lagi yang akan aku cari
Sampai bumi berhenti berputar
Mata ini selalu tertuju pada impian
Di setiap harapan yang tak menentu
Arah angin selalu meniup tubuh ini
Bagai kertas putih nan polos
Bisikkan dunia membuat diriku terkejut
Seolah-olah inilah akhir dari semuanya
Namun kaki ini selalu melangkah
Ke arah yang tak aku duga
Semak belukar sudah aku lewati
Samudra hindia telah aku sebrangi
Gelap terang sering aku alami
Siang malam selalu menghiasi
Bumi ini masih beputar
Segenap jiwa masih merasa
Keindahan duniawi
Dan keburukan manusiawi
Bintang-bintang masih berkalap-kelip
Ada kenyataan ketika ia berjatuhan
Namun itu hanyalah mitos belaka
Yang kini sudah tak di percaya